Prandelli Harusnya Menjadi Pilihan Pertama AC Milan

Prandelli Harusnya Menjadi Pilihan Pertama AC Milan

Prandelli Harusnya Menjadi Pilihan Pertama AC Milan

Penyerang Rossoneri Kaka, yang bermain dengan Seedorf antara 2003 hingga 2009, sepertinya sudah berpikir jika Seedorf akan menuju kembali ke San Siro. Dan lebih dari seminggu yang lalu kepada La Gazzetta dello Sport, Kaka mengungkapkan bahwa mantan rekan satu timnya akan “menangani dengan baik” sebagai manajer Milan. “Semuanya yang dilakukan Clarence, dia melakukan yang terbaik. Dia akan baik-baik saja sebagai pelatih, meskipun perlu banyak belajar.” Membawa pandangan yang berbeda untuk diskusi adalah mantan bos Milan dan saat ini menjadi manajer timnas Rusia Fabio Capello, yang sebelumnya telah mengklaim dalam waancara yang dibuat untuk La Gazzetta, dan disampaikan oleh Goal, bahwa ia telah menyarankan Seedorf harus menghindari Milan sebagai pekerjaan pertamanya di manajemen klub.”

Namun Seedorf adalah salah satu favorit untuk menggantikan Massimiliano Allegri di klub yang memenangi tujuh kali juara Eropa, dan diberikan kenyataan bahwa Allegri tidak akan kembali ke Milan musim depan, perdebatan penggantinya hanya akan intensif antara sekarang dan musim semi. “Saya bisa memastikan akan melewatkan Natal saya di Milan,” kata manajer berusia 46 tahun La Gazzetta, via Football-Italia, Selasa. Berita keluarnya Allegri tidak mengejutkan memang, angin perubahan telah bertiup melalui San Siro beberapa minggu dan bulan terakhir, dengan wakil presiden Adriano Galliani menerima pengurangan peran di klub, direktur olahraga Ariedo Braida keluar setelah 27 tahun bekerja dan Barbara Berlusconi (anak pemilik tim Silvio Berlusconi) mengambil tanggung jawab lebih banyak.

Kekacauan administrasi, dikombinasikan dengan hasil buruk di lapangan, selalu akan membawa perubahan dalam posisi manajerial, dan sementara Seedorf tetap menjadi terdepan untuk menggantikan Allegri, juga telah ada laporan yang menghubungkan dengan masing-masing Andre Villas-Boas (The Guardian), Roberto di Matteo (Sports Direct) dan Cesare Prandelli (Goal) untuk pekerjaan di Milan. Prandelli, khususnya, merupakan pilihan menarik, karena kontraknya dengan tim nasional Italia berakhir setelah Piala Dunia 2014. Dalam konferensi pers pertengahan Desember, manajer berusia 56 tahun tersebut mengeluhkan keadaan sepak bola Italia, khususnya di panggung benua, ketika ia mengatakan dalam konferensi pers, melalui Soccer America, bahwa kualitas olahraga di negara itu “mencapai titik terendah dalam sejarah.”

Saat ia secara luas diharapkan untuk kembali ke manajemen klub di beberapa titik setelah kembali dari Brazil. Klub tersebut diantaranya adalah mantan klubnya Verona, Parma dan menjadi bos di Fiorentina juga bisa, mungkin hanya orang yang ingin membangkitkan kembali dengan mengambil pekerjaan dengan profil tinggi seperti di Milan. Prandelli telah mengembangkan reputasi untuk menggabungkan sistem yang bermain dengan kekuatan para pemainnya, dan dengan Rossoneri berjuang keras untuk menarik dan membayar beberapa bakat tingkat atas, ini berarti bahwa ia bisa melakukan lebih banyak dengan sedikit waktu di San Siro daripada banyak rekan-rekannya.

Bahwa ia memahami, dan cenderung untuk mendapatkan yang terbaik daripenyerang penuh teka-teki Mario Balotelli juga menjadi pertanda baik baginya dan bisa membantu dalam menenangkan beberapa ketegangan antara pemain dan manajemen. Prandelli, lebih dari orang lain, strategi yang kuat di semua sisi lapangan dan sebagai hasilnya dirinya harus di bagian atas daftar Berlusconi saat proses perekrutan manajer di salah satu klub terbesar di Eropa dimulai.