Debut Ruud Gullit Bersama AC Milan

Debut Ruud Gullit Bersama AC Milan

Debut Ruud Gullit Bersama AC Milan

Debut Ruud Gullit Bersama AC Milan – Sembilan tahun tanpa gelar yang dialami oleh AC Milan tampaknya membuat Rossoneri akhirnya berbenah dengan melakukan salah satu langkah dengan mendatangkan sosok bintang asal Belanda Ruud Gullit. Pada tanggal 21 Maret 1987, Milan mengeluarkan dana sebesar £ 6 juta guna membuat I Rossoneri merekrut pemain yang bermain untuk PSV Eindhoven kala itu. Tidak perlu waktu bagi skuad AC Milan guna merasakan kehebatan sosok Ruud Gullit di skuad Rossoneri tersebut. Di musim pedananya di Milan, Gullit langsung memberikan peran besar kala mampu membawa skuad Il Diavolo Rosso kala itu meraih gelar Scudetto pertama dalam kurun waktu 9 tahun terakhir di bawah asuhan pelatih kawakan Arrigo Sacchi. Meski mengalami sedikit permasalahan dalam komunikasi, namun Gullit mampu membuktikan diri sebagai pemain yang piawai.

Debut Ruud Gullit Bersama AC Milan – Penampilan impresif Ruud Gullit bersama skuad Milan dan juga bersama PSV Eindhoven tentunya membuat dirinya layak untuk diganjar dengan penghargaan individu sebagai Pemain Terbaik Eropa pada tahun 1987. Gullit sendiri mendedikasikan penghargaan tersebut untuk mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Kala itu ia bersama dengan senegaranya yaitu Marco van Basten dan juga Frank Rijkaard ditambah beberapa pemain muda Italia seperti Paolo Maldini dan juga Alessandro Costacurta hingga Franco Baresi mampu membawa Setan Merah berada di masa-masa kejayaan. Gullit sendiri berhasil meraih Scudetto pada tahun 1992 dan 1993. Sementara untuk level Eropa sendiri Milan tidak kalah garang. Di kompetisi Liga Champions tahun 1989, Milan mampu mengalahkan Real Madrid dalam laga leg ke 2 semi final, di mana ketika itu Gullit mendapat cedera parah.

Debut Ruud Gullit Bersama AC Milan – Tifosi Mian sendiri saat ini berharap dan juga cemas menunggu kabar dari kondisi Gullit. Namun untungnya cedera Gullit tidak terlalu parah dan bisa dimainkan di laga final. Dalam laga final tersebut, Milan mampu menggebuk Steaua Bucharest dengan gelontoran 4 gol tanpa balas dimana Gullit mampu mencetak 2 gol untuk Milan. Selang 1 tahun kemudian, Milan mampu mempertahankan gelar Liga Champions usai mengalahkan Benfica di partai puncak atau laga final dan mampu meraih gelar juara Piala Dunia Antarklub. Namun cedera yang cukup serius di bagian ligamen lutut pada bagian kaki kanannya membuat Gullit harus istirahat lama dan juga gagal menemukan kembali performa terbaiknya. Gullit sendiri hanya mampu melakoni 2 partai di liga domestik pada musim 1989/90 sebelum akhirnya tampil di final Coppa.

Debut Ruud Gullit Bersama AC Milan – Saat Milan sedang berjuang untuk merebut gelar Eropa untuk ketiga kali secara berurutan, langkah mereka diakhiri Olympique Marseille di babak 8 besar yang ditambahi dengan insiden mati lampu di Velodrome Stadion. Namun Merah Hitam tersebut masih bisa melanjutkan dominasi mereka di kompetisi domestik dengan meraih gelar juara Serie A di musim 1991/92 dimana mereka menghabisi musim tanpa sekalipun menelan kekalahan dan 1992/93. Sayang peran Gullit saat itu sudah terbatas seiiring dengan tersingkirnya dirinya dari skuat final Liga Champions 1993 karena Uefa sendiri hanya memiliki aturan bahwa hanya boleh menggunakan 3 pemain asing.

Debut Ruud Gullit Bersama AC Milan – Gullit sendiri akhirnya memutuskan guna meninggalkan Milan pada tahun 1993 dan bermain untuk Sampdoria di mana ia mampu menemukan kembali penampilan terbaiknya ketika itu dengan membawa Il Samp mampu menjadi juara Coppa Italia pada tahun 1994 dan finis di tempat ke 3 di klasemen Italia. I Rossoneri sendiri memanggil kembali Gullit yang sayangnya tidak bisa menunjukkan permainan terbaiknya.