Agen Poker Indonesia Tamparan Pertama Untuk Guardiola

Tamparan Pertama Untuk Guardiola

Tamparan Pertama Untuk Guardiola

Agen Poker Indonesia – Empat tahun lalu, tahun 2009, Josep Pep Guardiola mengangkangi dunia karena berhasil menyabet semua kejuaraan yang tersedia untuk sebuah klub. Semua berkata bahwa Guardiola adalah pelatih jenius yang menemukan akar sepak bola Spanyok;tiki-taka. Pendapat itu kemudian mulai memudar seiring sering kalahnya Barcelona dan kegagalan-kegagalan Barcelona lainnya.

Dan pendapat-pendapat negatif tentang beruntungnya Guardiola karena sedang menangani bakat-bakat emas Barcelona semakin terbukti kemarin, saat tim yang ditanganinya saat ini sang pemenang Treble tahun 2013; Bayern Munchen justru takluk oleh tim yang berhasil mereka kalahkan di berbagai ajang; Borussia Dortmund. Apa yang salah dengan permainan Munchen? Silahkan anda simak kembali rekaman pertandingan atau bahkan cukup highlights-nya saja untuk melihat serangan Bayern Munchen yang mandul. Entah terlalu sombong, entah mereka berpikir bahwa DFB Supercup hanya ajang kelas dua yang tidak usah mereka menangkan, yang jelas pemain-pemain Munchen seperti enggan memasukkan bola ke gawang Dortmund. Alibi yang paling sederhana memang mereka sedang sial. Namun, kesialan sebenarnya tidak akan berbanding lurus jika Munchen terus menerus berusaha dan menurunkan kadar jumawa mereka. Ini bisa jadi sinyal buruk bagi Guardiola. Dia harus membenahi mental para pemain Bayern Munchen sebelum mengarungi ketatnya kompetisi. Munchen akan melakoni empat kompetisi musim ini. Dimulai dari Liga Jerman, Liga Champions Eropa, DFB Pokal hingga Piala Dunia Antar Klub plus satu pertandingan melawan juara UEFA; Chelsea. Tim yang mengalahkan mereka di final Liga Champions tahun lalu.

Kesombongan nampaknya memang melekat dengan awak Bayern Munchen. Entah bagaimana caranya tradisi jumawa seolah tak bisa lepas dari mereka. Penulis teringat tulisan Romo Sindunata, seorang wartawan Kompas, yang menulis, “Kesombongan Awal Kejatuhan.” Di tulisan tersebut Sindunata menyinggung perilaku pemain-pemain Munchen yang tidak disiplin, suka mabok-mabokan dan tidak serius berlatih. Mungkin memang itulah alasan Josep Guardiola didatangkan. Juup Heynckees juga mungkin sudah menduganya bahwa para pemain Munchen usai meraih gelar juara akan menjadi jumawa makanya dia menerima dengan senang hati pensiun walau mengantarkan Munchen meraih Treble. Josep Guardiola memang pelatih yang rendah hati. Semua hasil baik yang didapat timnya selalu dia persembahkan ke semuanya dan tidak mengambil kredit pribadi. Pun kalau timnya meraih hasil buruk maka Pep akan mengambil tanggung jawab bahwa itu adalah salahnya.

Semenjak menjadi pemain pun Pep sebenarnya adalah pelatih yang bersahaja dan rendah hati tentunya dengan diiringi kerja keras. Saat menjabat menjadi kapten Barca semua pendukung tidak ada yang segan terhadapnya, semua pendukung yang menyapanya akan disapa balik. Ini memang tamparan untuk Pep yang digadang-gadang akan menyamai prestasinya di Barcelona namun Pep bukanlah orang yang lantas berdiam diri. Pep dengan rendah hati akan mengakui kesalahannya dan kemudian mengevaluasinya dan kemudian mengejutkan semua orang dengan hasil penemuannya. Kita masih harus menunggunya tentu saja, karena hasil di awal bukanlah cerminan hasil akhir dalam sepak bola. Agen Poker Indonesia