Agen Poker Indonesia Derby Klasik Italia

Derby Klasik Italia

Derby Klasik Italia

Agen Poker Indonesia – Di musim 2013/14, untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, Serie A sekali lagi bisa menyaksikan salah satu derby paling seru mereka – Derby della Scala, antara dua klub kota Verona, Hellas dan Chievo. Hellas berhasil merebut tiket promosi musim lalu, dan bersiap melanjutkan rivalitas mereka dengan sang klub sekota yang beberapa tahun terakhir prestasinya lebih bagus.

Kedua klub memang jarang bertemu dengan hanya 10 derby pernah dihelat, rekornya sejauh ini persis masing-masing klub menang empat kali dan seri dua kali. Hellas dikenal dengan fans berat mereka yang bernafas politik sayap kanan sedangkan Chievo tidak, bahkan mungkin satu-satunya kesamaan kedua klub adalah Stadio Bentegodi di mana kedua klub bermain. Nama derby ini sendiri berasal dari nama keluarga Scaligeri yang berpengaruh besar di kota Verona selama mereka memerintah di Abad Pertengahan dan Renaissance. Faktanya, karena Chievo Gialloblu (kedua klub punya julukan yang sama karena warna khas mereka sama) banyak menghabiskan 80 tahun berdirinya mereka bermain di kasta bawah, kedua klub tidak pernah bertemu hingga tahun 90an di mana setelah promosi ke Cadetti di bawah besutan Alberto Malesani, mereka melawan Butei.

Tanggal bersejarah itu 10 Desember 1994, dan Betegodi menjadi tuan rumah laga dengan atmosfer panas itu, di mana kedua pendukung klub yang mencapai 30,000 memanfaatkan benar-benar kesempatan melawan klub tetangga mereka. Suporter tuan rumah Hellas jumlahnya jauh mengalahkan sang pendatang baru namun keduanya bisa dibilang sama bersemangatnya dalam mendukung klub kesayangan dalam sebuah laga di mana sang peraih scudetto satu kali lebih diunggulkan. Namun seperti yang mereka lakukan dalam periode singkat mereka di kasta teratas, Chievo punya reputasi unik untuk menciptakan kejutan saat tidak diunggulkan.

Mereka melakukannya malam itu dengan memberikan suporter setia mereka momen untuk dirayakan, saat meski sempat tertinggal dengan Fabrizio Fermanelli mendapat kehormatan mencetak gol pertama dalam sejarah derby keduanya lewat titik penalti, Riccardo Gori berhasil menyamakan kedudukan dengan sundulan. Meskipun Chievo selama dekade terakhir berprestasi lumayan di Serie A, sebelumnya mereka tidak punya dukungan sebanyak rival sekota mereka. Suporter Hellas sendiri meskipun berlaga cukup lama di Serie B masih punya banyak suporter tiap minggunya dan rata-rata didukung 14,000 penonton, di atas Chievo dengan 9,000 penonton.

Kemenangan pertama dalam derby Verona dicatatkan oleh Chievo dengan mengalahkan Hellas 3-1 di musim yang sama. Namun setelahnya mereka mengalami kesulitan. Rival mereka tiga kali berturut-turut menang dengan kemenangan ketiga pada musim 1997/98 dicetak dengan rekor gol terbesar dalam sejarah singkat derby della scala. Hellas mengalahkan Chievo 4-0 dengan dua gol dicetak oleh Eugenio Corini yang nantinya menjadi pemain dan pelatih Chievo. Dua kali kemenangan 2-0 oleh Chievo diikuti seri 0-0 mengisi tiga laga berikutnya, sebelum paa November 2001 momen bersejarah terjadi. Untuk pertama kalinya laga itu dimainkan di Serie A.

Chievo memiliki julukan Flying Donkey – Keledai Terbang – karena fans Hellas pada pertandingan tahun 90an mengejek mereka “Keledai akan terbang sebelum kalian bermain di Serie A” dan seperti biasa, Chievo selalu menciptakan kejutan. Pada hari itu, Mastini lah yang menang, meski Corini mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol bagi kedua klub di derby ini. Gol kemenangan Mauro Camoranesi membuat sejarah bagi klub itu sebagai pemenang derby Serie A pertama mereka. Dan Verona juga bergabung dengan kota Milan, Turin, Roma, dan Genoa sebagai kota-kota yang pernah menyelenggarakan derby di Serie A. Mungkin keduanya hanya klub kecil, namun musim depan derby mereka harus ditonton, karena tidak pernah mengecewakan, di dalam maupun luar lapangan. Agen Poker Indonesia