Agen Bola Moto GP yang membingungkan di Philip Island

Moto GP yang membingungkan di Philip Island

Moto GP yang membingungkan di Philip Island

Agen Bola – Tercatat dalam sepanjang sejarah MotoGP, race pada Minggu (20/10) kemarin di Philip Island mungkin adalah yang paling “aneh”. Bila biasanya MotoGP hanya mewajibkan para rider untuk pit dan mengganti ban ketika hujan turun, kemarin tidak. Walau cuaca sedang cerah, para pebalap tetap wajib mengganti ban motor. Dan untuk di Philip Island pun, ada peraturan anyar mengenai speed limit. Ini tentu saja membuat para rider bingung. Perubahan ini tentu saja satu hal yang tak menyenangkan bagi para rider Moto GP. Alasan utama mengapa kali ini para rider wajib berganti motor dan berhenti di pit adalah pihak penyelenggara yang mengkhawatirkan keselamatan para rider. Pasalnya dianggap oleh pihak Moto GP, ban bridgestone yang digunakan tak cukup kuat bertahan hingga usai laga. Akhirnya demi keselamatan, Race Director mewajibkan pebalap untuk berganti motor di lap sembilan atau sepuluh.

Demi alasan keamanan pulalah pihak penyelenggara memangkas dari 27 putaran menjadi 19 putaran saja. Peraturan baru ini memakan korban di Philip Island. Keharusan pit stop ini menyebabkan Marquez didiskualifikasi dan gagal memenangi laga. Sebabnya, seharusnya berhenti di pit 9 atau 10, Marquez malah baru berhenti di pit 11. Tak ayal, ia pun mendapat acungan bendera hitam alias didiskualifikasi. Perubahan lain adalah adanya penambahan pada pembatasan kecepatan atau speed limit. Masih dengan alasan keamanan, speed limit sebelum dan sesudah pit pun diperpanjang. Pebalap kedua yang menjadi korban adanya perubahan peraturan adalah Dani Pedrosa. Pebalap Honda ini mendapat sangsi turun satu posisi karena terjadi pelanggaran pada speed limit. Tapi karena Marquez terdiskulifikasi, maka posisi Pedrosa tetap di peringkat kedua.

“Selama ada perubahan aturan tiap menit. Dan semuanya harus langsung masuk dalam kepala. Sulit untuk beradaptasi pada aturan baru tersebut tanpa membuat suatu kesalahan,” ungkap Pedrosa seusai race. “Sama seperti Marc, saya pun membuat kesalahan karena kami belum terbiasa. Semuanya berlangsung cepat dan ini sangat membingungkan. Bukan hanya untuk para pebalap di sirkuit saja, namun juga untuk para mekanik. Kami seharusnya tau dengan jelas pada lap berapa harus masuk pit, dan ini tak jelas apakah pada lap sembilan atau sepuluh. Satu lagi pitlane lebih panjang dari waktu normal. Segalanya sangat aneh,” urai Pedrosa dengan nada kesal. Bukan hanya Pedrosa ataupun Marquez saja yang kesal dengan adanya perubahan dan menyebabkan mereka mendapatkan sangsi. Kritik tajam juga dilancarkan oleh Colin Edward. “Tidak senang dengan keputusan (pada Marc Marquez). Pertama kalinya skenario ini diterapkan dan (muncul) diskualifikasi. Kami bukan ahli matematika… biarkan kami membalap dan f*** off,” tulis Edward melalui akun Twitternya. Agen Bola